Tuesday, July 19, 2005
## CINTA LAKI - LAKI BIASA (PART 2) ##
Setahun pernikahan.

Orang-orang masih sering menanyakan hal itu, masih sering berbisik2 di belakang Nania, apa sebenarnya yang dia lihat dari Rafli.Jeleknya,Nania masih belum mampu juga menjelaskan kelebihan2 Rafli agar tampak di mata mereka.Nania hanya merasakan cinta begitu besar dari Rafli, begitu besar hingga Nania bisa merasakannya hanya dari sentuhan tangan,tatapan mata, atau cara dia meladeni Nania.Hal-hal sederhana yang membuat perempuan itu sangat bahagia."Tidak ada lelaki yang bisa mencintai sebesar cinta Rafli pada Nania"Nada suara Nania tegas, mantap, tanpa keraguan.
**********************
Ketiga saudara Nania hanya memandang lekat, mata mereka terlihat tak percaya."Nia, siapa-pun akan mudah mencintai gadis secantikmu!""Kamu adik kami yang tak hanya cantik, tapi juga pintar!" "Betul. Kamu adik kami yang cantik, pintar, dan punya kehidupan sukses!"Nania merasa lidahnya kelu. Hatinya siap memprotes. Dan kali ini dilakukannya sungguh-sungguh. Mereka tak boleh meremehkan Rafli.
**********************
Beberapa lama keempat adik dan kakak itu beradu argumen.Tapi Rafli juga tidak jelek,Kak!Betul.Tapi dia juga tidak ganteng kan?Rafli juga pintar!Tidak sepintar-mu, Nania.Rafli juga sukses, pekerjaannya lumayan.Hanya lumayan, Nania. Bukan sukses. Tidak sepertimu.Seolah tak ada apapun yang bisa meyakinkan kakak2nya, bahwa adik mereka beruntung mendapatkan suami seperti Rafli.Lagi-lagi percuma."Lihat hidupmu,Nania.Lalu lihat Rafli! Kamu sukses,mapan, kamu bahkan tidak perlu lelaki untuk meng-hidupimu."
**********************
Teganya kakak-kakak Nania mengatakan itu semua. Padahal adik mereka sudah menikah dan sebentar lagi punya anak.Ketika limatahun pernikahan berlalu, ocehan itu tak juga berhenti. Padahal Nania dan Rafli sudah memiliki dua orang anak, satu lelaki dan satu perempuan. Keduanya menggemaskan.Rafli bekerja lebih rajin setelah mereka memiliki anak-anak. Padahal itu tidak perlu sebab gaji Nania lebih dari cukup untukhidup senang.
**********************
"Tak apa," kata lelaki itu, ketika Nania memintanya untuk tidak terlalu memforsir diri."Gaji Nania cukup, maksud Nania jika digabungkan dengan gaji Abang."Nania tak bermaksud menying-gung hati lelaki itu. Tapi dia tak perlu khawatir sebab suaminya yang berjiwa besar selalu bisa menangkap hanya maksud baik."Sebaiknya Nania tabungkan saja, untuk jaga-jaga. Ya?"Lalu dia mengelus pipi Nania dan mendaratkan kecupan lembut. Saat itu sesuatu seperti kejutan listrik menyentakkan otak danmembuat pikiran Nania cerah.
**********************
Inilah hidup yang diimpikan banyak orang. Bahagia!Pertanyaan kenapa dia menikahi laki2 biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa, ber-penampilan biasa,dengan pekerjaan dangaji yang amat sangat biasa, tak lagi mengusik perasaan Nania.Sebab ketika bahagia, alasan-alasan menjadi tidak penting.
**********************
Menginjak tahun ketujuh pernikahan, posisi Nania di kantor semakin gemilang, uang mengalir begitu mudah, rumah Nania besar, anak2pintar dan lucu, dan Nania memiliki suami terbaik di dunia.Hidup pempuan itu berada di puncak!Bisik-bisik masih terdengar, setiap Nania dan Rafli melintas dan bergandengan mesra. Bisikorang2 di kantor, bisik tetangga kanan dan kiri, bisik saudara2 Nania,bisik Papa dan Mama.Sungguh beruntung suaminya. Istrinya cantik.Cantik ya? dan kaya!Tak imbang!Dulu bisik-bisik itu membuatnya frustrasi.
**********************
Sekarang pun masih, tapi Nania belajar untuk bersikap cuek tidak peduli. Toh dia hidup dengan perasaan bahagia yang kian membukitdari hari ke hari.Tahun kesepuluh pernikahan,hidup Nania masih belum bergeser dari puncak. Anak-anak semakin besar. Nania mengandung yang ketiga.Selama kurun waktu itu, tak sekalipun Rafli melukai hati Nania, ataumembuat Nania menangis.
**********************
Bayi yang dikandung Nania tidak juga mau keluar. Sudah lewat dua minggu dari waktunya."Plasenta kamusudah berbintik2. Sudah tua, Nania. Harus segera dikeluarkan" Mula2 dokter kandungan langganan Nania memasukkan sejenis obat ke dalam rahim Nania.Obat itu akan menimbulkan kontraksi hebat hingga perempuan itu merasakan sakit yang teramat sangat. Jikasemuanya normal,hanya dalam hitungan jam, mereka akan segera melihat si kecil.Rafli tidak beranjak dari sisi tempat tidur Nania di umah sakit.Hanya waktu-waktu shalat lelaki itu meninggalkannya sebentar kekamar mandi,dan menunaikan shalat di sisi tempat tidur.Sementarakakak2 serta orangtua Nania belum satu pun yang datang.
**********************
Anehnya,meski obat kedua sudah dimasukkan,delapan jam setelah obat pertama,Nania tak menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan.Rasa sakit dan melilit sudah dirasakan Nania per lima menit, lalu tiga menit. Tapi pembukaan berjalan lambat sekali."Baru pembukaan satu.""Belum ada perubahan, Bu.""Sudah bertambah sedikit," kata seorang suster empat jam kemudian menyemaikan harapan."Sekarang pembukaan satu lebih sedikit."Nania dan Rafli berpandangan.Mereka sepakat suster terakhir yang memeriksa memiliki sense of humor yang tinggi.
**********************
Tigapuluh jam berlalu. Nania baru pembukaan dua. Ketika pembukaan pecah, didahului keluarnya darah,mereka terlon-jak bahagia sebabdulu2 kelahiran akan mengikuti setelah ketuban pecah. Perkiraan mereka meleset."Masih pembukaan dua, Pak!" Rafli tercengang.Cemas. Nania tak bisa menghibur karena rasa sakit yang sudah tak sanggup lagi ditanggungnya. Kondisi perempuan itu makin payah.Sejak pagi tak sesuap nasi pun bisa ditelannya.
**********************
"Bang?"Rafli termangu. Iba hatinya melihat sang istri memperjuangkan dua kehidupan."Dokter?""Kita operasi, Nia. Bayinya mungkin terlilit tali pusar."Mungkin?Rafli dan Nania berpandangan. Kenapa tidak dari tadi kalau begitu? Bagaimana jika terlambat?Mereka berpan-dangan, Nania berusaha mengusir kekhawatiran. Ia senang karena Rafli tidak melepaskan genggaman tangannya hinggake pintu kamar operasi.Ia tak suka merasa sendiri lebih awal.
***********************

b e r s a m b u n g
*****

Nn.
posted by Chaerani @ 7:30 PM  

0 Comments:
Post a Comment
<< Home
 
 
about me

Greeny Chaerani
Name::Chaerani
From::jakarta, Indonesia
View my complete profile
loving n caring

Udah Lewat
Archives
Best Quotes
Shoutbox

Name :
Web URL :
Message :

.

Greeny Voices


Buttons 'n Banners

Get My Button
Greeny Chaerani
Code is Here

Subscribe Me
My 360 blog Greeny Chaerani
Blog Directory & Search engine Blogwise - blog directory

Cool Portal
Mau bikin E-Gold?Alat Transaksi online yg Aman
Blingo
  

Links
F.r.i.e.n.d.S

Affiliates



Who links to me?

IKLAN


Peduli Jogja & Jateng

Jogja Update


$1 For Palestine

DUKUNG RUU APP

© 2004 nununchaerani.blogspot.com

 

 

About Kampanye Damai Indonesia 2009 Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Pemilu Damai 2009