Tuesday, July 19, 2005
## CINTA LAKI - LAKI BIASA ##
Tulisan saya ke-5 kali ini sebuah artikel yang saya terima sebagai email dari salah seorang sahabat baik saya kemarin malam dan sangat menarik isinya, sehingga saya tampilkan disini untuk kita renungi bersama, terimakasih untuk Rachmawati.


MENJELANG hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia mau menikah dengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang,hari-hari yang dilalui, gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi bukan semata miliknya, melainkan menjadi milik banyak orangPapa dan Mama, kakak2, tetangga, dan teman2 Nania. Mereka ternyata sama herannya.

*********************
"Kenapa?" tanya mereka di hari Nania mengantarkan surat undangan.Saat itu teman-teman baik Nania sedang duduk dikantin menikmati hari2 sidang yang baru saja berlalu.Suasana sore di kampus sepi. Berpasang2 mata tertuju pada gadis itu.Tiba-tiba saja pipi Nania bersemu merah, lalu matanya berpijar bagaikan lampu neon limabelas watt. Hatinya sibuk merangkai kata2 yang barangkali beterbangan di otak melebihi kapasitas. Mulut Nania terbuka.Semua menunggu. Tapi tak ada apapun yang ke-uar dari sana.Ia hanya menarik nafas, mencoba bicara dan? menyadari, dia tak punya kata-kata!
**********************
Dulu gadis berwajah indo itu mengira punya banyak jawaban, alasan detil dan spesifik, kenapa bersedia menikah dengan laki2 itu. Tapi kejadian di kampus adalah kali kedua Nania yang pintarberbicara mendadak gagap.Yang pertama terjadi tiga bulan lalu saat Nania menyampaikan keinginan Rafli untuk melamarnya.Arisan keluarga Nania dianggap moment yang tepat karena semua berkumpul, bahkan hingga generasi ketiga, sebab kakak2nya yang sudah berkeluarga membawa serta buntut mereka.
**********************
Kamu pasti bercanda!"Nania kaget. Tapi melihat senyum yang tersungging di wajah kakak tertua, disusul senyum serupa dari kakak nomor dua, tiga, dan terakhir dari Papa dan Mama membuat Nania menyimpulkan: mereka serius ketika mengira Nania bercanda.Suasana sekonyong-konyong hening.Bahkan keponakan2 Nania yang balita melongo dengangigi2 mereka yang ompong. Semua menatap Nania!
**********************
"Nania serius!" tegasnya sambil menebak-nebak, apa lucunya jika Rafli memang melamarnya."Tidak ada yang lucu," suara Papa tegas, "Papa hanya tidak mengira Rafli berani melamar anak Papa yang paling cantik!"Nania tersenyum. Sedikit lega karena kalimat Papa barusan adalah pertanda baik.Perkiraan Nania tidak sepenuhnya benar sebab setelah itu berpasang2 mata kembali menghujaninya, seperti tatapan mata penuh selidik seisi ruang pengadilan pada tertuduh yang duduk layaknya pesakitan.
***********************
"Tapi Nania tidak serius dengan Rafli, kan?" Mama mengambil inisiatif bicara, masih seperti biasa dengan nada penuh wibawa, "maksud Mama siapa saja boleh datang melamar siapapun, tapi jawabannya tidak harus iya, toh?"Nania terkesima."Kenapa?"Sebab kamu gadis Papa yang paling cantik.Sebab kamu paling berprestasi dibandingkan kami.Mulai dari ajang busana,sampai lomba beladiri. Kamu juga juara debat bahasa Inggris, juara baca puisi seprovinsi. Suaramu bagus!Sebab masa depanmu cerah. Sebentar lagi kamu meraih gelar insinyur. Bakatmu yang lain pun luarbiasa.Nania sayang, kamubisa mendapatkan laki-laki manapun yang kamu mau!************************
Nania memandangi mereka, orang-orang yang amat dia kasihi,Papa,kakak2,dan terakhir Mama. Takjub dengan rentetan panjang uraian mereka atau satu kata 'kenapa' yang barusan Nania lontarkan."Nania Cuma mau Rafli," sahutnya pendek dengan airmata mengambang dikelopak.Hari itu dia tahu,keluarganya bukan sekadar tidak suka, melainkan sangat tidak menyukai Rafli. Ketidak sukaan yang mencapai stadium empat.Parah."Tapi kenapa?"
************************
Sebab Rafli cuma laki-laki biasa, dari keluarga biasa,dengan pendidikan iasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yangamat sangat biasa.Bergantian tiga saudara tua Nania mencoba membuka matanya."Tak ada yang bisa dilihat pada dia, Nania!"Cukup!Nania menjadi marah. Tidak pada tempatnya ukuran2 duniawi menjadi parameter kebaikan seseorang menjadi manusia.Di mana iman, di mana tawakkal hingga begitu mudah menentukan masa depan seseorang dengan melihat pencapaiannya hari ini?
************************
Sayangnya Nania lagi-lagi gagal membuka mulut dan membela Rafli.Barangkali karena Nania memang tidak tahu bagaimana harus membelanya. Gadis itu tak punya fakta dan data konkret yang bisamembuat Rafli tampak 'luar biasa'. Nania Cuma punya idealisme berdasarkan perasaan yang telah menuntun Nania menapaki hiduphingga umur duapuluh tiga.Dan nalurinya menerima Rafli. Di sampingnya Nania bahagia.
************************

Mereka akhirnya menikah.


b e r s a m b u n g
**********

Nn.
posted by Chaerani @ 1:30 PM  

7 Comments:
  • At 4:29 PM, Anonymous someone said…

    Kalau semua laki2 di muka bumi seperti Rafli, tidak akan ada nania2 (istri2) di muka bumi yang selingkuh...., tidak ada yang minta cerai, karena tidak adanya kekayaan di diri laki2. I tried my best...........but didnt work.

     
  • At 11:34 AM, Blogger Chaerani said…

    Who r u?
    I think I know who u r ...
    btw. thanks 4 ur comment

     
  • At 5:53 PM, Anonymous Anonymous said…

    kisah ini meski di muat dimana-mana tapi kagak bosan membacanya..
    seru mengharukan ...
    gambaran sebuah kesetiaan yah

    Elija

     
  • At 9:51 AM, Blogger Chaerani said…

    #laki laki seperti inilah yang aku cari....semoga aku mendapatkannya tanpa harus melalui musibah terlebih dahulu #

     
  • At 8:49 PM, Anonymous Anonymous said…

    Aku berharap..aku laki-laki yang beruntung itu buat kamu.
    huehuehuehue
    =)))
    Elija

     
  • At 10:58 AM, Blogger Chaerani said…

    Hanya Alloh Yang Maha Tau dan ditanganNYA lah jodo setiap mahlukNYA. Manusia hanya bisa berharap dan berdo'a.

     
  • At 2:12 AM, Anonymous Anonymous said…

    hmm..ceritanya terlalu mulus untuk sebuah jalan hidup, terutama jika aku bercermin pada kenyataan hidup yang aku lalui. Padahal belum punya masalah dengan wanita.. aku yakin kalo masalahnya udah terkait wanita bisa jadi lebih rumit dari Calculus-4! aku jg yakin antara aku dan wanita nanti bisa seindah dan sedahsyat energy fusi

    Aku membayangkan setelah 20th Rafli berkarir dengan reputasi dan dedikasinya dikantor, ia kemudian mendapatkan promosi untuk sebuah jabatan yang lumayan baik, yang secara struktural dia dibantu oleh seorang sekretaris.
    Namanya sekretaris di Bandung, tau sendiri deh..gimana penampilan dan bahasa tubuhnya yang sering kali menguji batas-batas keimanan sang boss.

    Orang bilang.. ini lah masa-masa puber kedua bagi seorang lelaki. Apalagi setelah bertahun-tahun menerima kenyataan yang terjadi pada Nania.
    Senarnya Rafli melalui hari-harinya dengan berpuasa dan membasahi bibirnya dengan dzikir selalu. Namun dunia ini terlalu akan terlalu hening tanpa gossip, itu yang perempuan indonesia pelajari dari acara favorit mereka di TV, termasuk wanita-wanita sukses teman-temab lama Nania.

    Suatu hari Rani sahabat lama Nania, menelpon Nania menanyakan kabar, kesehatan dan mengatakan kerinduannya. Tidak lupa ia mengucapkan selamat atas promosi Rafli.
    "Wah sukses ya buat Rafli, sekarang punya sekretaris cantik dan banyak bawahan". Kata Rani di ujung telepon.

    Kalimat itu membuat hati Nania berdesir entah kenapa.
    Di hari-hari berikutnya telepon senada datang dari teman lama lainnya.
    Tiba-tiba saja Nania menjadi merasa begitu lemah dan kecewa akan hidupnya.

    Nania mulai memperhatikan gerak gerik Rafli yang menurutnya seperti menyembunyikan sesuatu.
    Ia mempunyai teori.. "Bagaimana mungkin Rafli bertahan tanpa sex.. selama bertahun"

    Kecurigaannya membuat Nania semakin menderita dan hingga ia menderita depresi.
    Dari situ mulailah pertengkaran sering terjadi. Nania merasa sangat curiga tetapi ia tidak memiliki kemampuan untuk membuktikannya, tapi ia sangat yakin akan teori yang dibuatnya.
    Setiap perkataan Nania terdengar makin sinis dan kadang sindiran-sindirannya begitu pedas membentur kesabaran Rafli.

    Pada masa-masa berikutnya, kondisi Nania semakin buruk. Kondisi depresi sudah cukup buruk ditambah lagi dokter memvonisnya mengidap kanker otak.
    Kondisi ini membuat Nania semakin hilang kendali.
    Ia sering kali marah-marah dan berteriak histeris.. setiap kali Rafli berkata Nania selalu berteriak.."Bohong!!.. aku tidak percaya"
    ...seperti itulah gambarannya.

    Suatu hari ketika suasana hati Nania sedang membaik, Rafli mengajaknya ke tepi danau patengan. Tempat dimana mereka pernah kunjungi di masa awal perkawinan mereka.

    Rafli membawa Nania ke tepi danau dimana rumput HIJAU TUA menghampar. Tanpa kata terucap ia mendorong kursi roda Nania. Alam pikiran mereka sejenak kembali ke masa lalu, disaat mereka tengah dimabuk asmara.

    "Sayang..aku sungguh mencintai mu". Satu kalimat diucapkan Rafli dengan begitu tulus, memecah kebekuan.

    "Aku hanya ingin kejujuran mu". Begitu kata Nania dengan tegas.
    "Jika kamu ingin menikahi perempuan lain aku rela, karena aku tau kamu butuh itu kan?
    Tapi jangan bohongi aku. Aku sadar.. aku mengerti kamu pasti membutuhkannya". Kata-katanya mulai diiringi tangis yang tergerai menderas.

    Rafli menghela nafas.. seraya berkata.
    "Tidak sayang.. aku hanya membutuh kan kamu".

    "Aku muak dengan kata-kata gombal mu. Apakah kamu nggak sadar kita bukan anak muda lagi, simpan saja kata-kata seperti itu untuk sekertaris muda mu itu". nada suara Nania menjadi semakin tinggi diantara isak tangisnya.

    "Rafli.. selama bertahun-tahun aku tidak mampu memenuhi kebutuhan bathinmu, aku hanaya ingin kau jujur, aku benci dibohongi!!! aku tau kau melalukan itu. Tidak mungkin kamu bertahan tanpa sex.. jujur sajalah kamu masih butuh itukan?".

    Rafli terdiam, dan sungguh merasa bingung apa yang mesti ia katakan untuk meyakinkan Nania. Ia bingung akan apa yang harus ia perbuat agar hati Nania menjadi tentram.
    Sejenak ia mengumpulkan nafas dan memupuk kesabarannya

    "Sayang.. seandainya aku perlu menikahi wanita lain aku bilang seperti yang kamu ingin. Tapi saat ini aku tidak, aku cukup memiliki mu"
    Sejenak Rafli menelan ludah..
    lau ia berkata lagi..

    "Sayang.. aku berdiri selankah di depan mu.. apakah kamu berpikir sekarang kita tidak sedang bercinta? apakah kamu pikir ada yang masih aku butuhkan dari wanita-wanita yang kau tuduhkan itu, sementara aku disini tengah bercinta dengan seorang bidadari spt mu.. sayang"
    ...
    whewww cape juga ya.. nulisnya..
    ya gitu deh singkat cerita...
    trus ceritanya Nania pengen berdiri dari kursi rodanya..
    Dia ingin tertidur diatas pangkuan Rafli di atas hamparan rumput-rumput HIJAU TUA.. dan tangan Rafli mulai membelai rambut Nania yang kini berbaur wanra abu-abunya.. persis seperti masa yang lampau.

    Nania memandang keatas.. melihat wajah Rafli dengan damai.. Matanya menitikan air mata bahagia, ia tersadar betapa beruntung hidupnya betapa Tuhan telah memberi anugrah yang begitu besar kepadanya, begitu besar teramat besar dan sungguh tidak sebanding dengan kecilnya cobaan yang ia rasakan menjadi lumuh selama bertahun tahun.
    Lalu perasaannya menjadi begitu damai.. bibir pucatnya tersenyum.. ia menatap langit yang ia rasakan semakin dekat..semakin dekat ke awan putih diatas sana.. dan ketika ia memandang kebawah ia mendapati tubuhnya yang yang terkulai dalam pelukan Rafli..
    Nania lalu menjadi sangat cemas.. hingga akhirnya ia tersadar akan indahnya kematian...

    Gilee.. romantis bener coba.. sampai mati dalam pelukan.. hiks hiks
    Aduhhh jadi pengennnn..
    hehehe
    Mau nggak Teh Rani punya cerita cinta kayak gitu?? aku do'ain yang 1001x lebih hebat dari Rafli & Nania. Amin

    Seru nggak tambahan ceritanya??
    Hmmm andai ada wanita yang bisa kulamar pake basmalah ya.. hehe:)))
    Salam..

    dan aku bersaksi tiada tuhan selain allah
    //keanumandu is a virtual temple.
    \\Oh..really? where is it?
    //within myself!

     
Post a Comment
<< Home
 
 
about me

Greeny Chaerani
Name::Chaerani
From::jakarta, Indonesia
View my complete profile
loving n caring

Udah Lewat
Archives
Best Quotes
Shoutbox

Name :
Web URL :
Message :

.

Greeny Voices


Buttons 'n Banners

Get My Button
Greeny Chaerani
Code is Here

Subscribe Me
My 360 blog Greeny Chaerani
Blog Directory & Search engine Blogwise - blog directory

Cool Portal
Mau bikin E-Gold?Alat Transaksi online yg Aman
Blingo
  

Links
F.r.i.e.n.d.S

Affiliates



Who links to me?

IKLAN


Peduli Jogja & Jateng

Jogja Update


$1 For Palestine

DUKUNG RUU APP

© 2004 nununchaerani.blogspot.com

 

 

About Kampanye Damai Indonesia 2009 Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Pemilu Damai 2009