Friday, July 22, 2005
KISAH PANGLIMA PERANG KEBANGGAAN DAN KEKASIH ROSULULLOH (PART 3)
Setelah Ja'far syahid, Abdulllah bin Rawahah lah yang kini menyambut panji manah Rasulullah. Dengan berkuda ia meraih bendera, sementara ia berfikir untuk turun, ia ragu sejenak. Mengenang sang pemberi amanah, langsung ia mengenyahkan keraguan dalam hatinya.

"Kenapa engkau masih membenci surga wahai Abdullah,"

itulah yang dikatakannya kepada dirinya sendiri. Dengan hati lapang, ia maju sebagai panglima yang ketiga.

Dan ternyata pilihannya tidak salah, ia pun syahid menyusul panglima-panglima kebanggaan Rasulullah.
*********************************************************************
Akhirnya setelah syahidnya Abdullah maka para sahabat melakukan pemilihan pemimpin pasukan, dan jatuhlah pilihan kepada bahu Khalid bin Walid yang terkenal ahli strategi perang. Khalid yang melihat kekuatan musuh begitu tangguh sedangkan semangat pasukan muslim kian melemah, mengatur siasat.
Anak buahnya di posisikan berpencar dengan jumlah yang kecil.
Posisi itu memanjang dan berada di belakang sisa pasukan.
********************************************************************
Ketika pagi tiba, pasukan yang berpencar itu melakukan hiruk pikuk yang riuh rendah hingga menimbulkan kesan bala bantuan datang dari pasukan Nabi.
Dan memang kesan itu membuat gentar pihak musuh, mereka berfikir beribu kali untuk melakukan pertempuran. Pihak Rumawi kemudian memerintahkan pasukannya mundur. Hingga kesempatan ini digunakan Khalid juga untuk menarik pasukannya kembali ke Madinah. Pertempuran ini tidak memberikan kemenangan bagi ke dua belah pihak. Pasukan Muslimin pulang tanpa kemenangan dan juga kekalahan.
*********************************************************************
Berita petaka Mu'tah, segera sampai.
Nabi berduka.
Bergegas, langkahnya menuju rumah para panglima yang menjadi syuhada.
Tiba di rumah Zaid bin Harits yang merupakan anak angkatnya, saat itu tak seperti biasanya Nabi menangis atas sebuah kematian, hingga para sahabat yang menyaksikan bertanya-tanya dan khawatir.

"Duhai manusia pilihan, mengapakah engkau menangisi sebuah kepergian ?"

tanya mereka kepada Nabi. Lembah madinah menjadi saksi, ketika bibir manis sang Al-Musthafa mendendangkan sebuah jawaban:

"Ini adalah tangisan seorang kekasih kepada kekasihnya".

Untuk Ja'far, Al-Musthafa menggemakan suaranya di lengang udara :

"Aku, Muhammad, telah melihat Ja'far bersenang dalam Jannah memiliki dua sayap berbulu putih, berlumur darah."

Dan untuk mereka bertiga, yang telah syahid sebagai panglima, sebagai ksatria di taman sejarah, dalam satu peristiwa yang sama, dalam ekspedisi Mu'tah.
Nabi berkata:

"Mereka telah diangkat ke surga dan berada di ranjang emas."
*****************************************************************
Berbahagialah para perindu surga seperti mereka.

Tidakkah kita menginginkan kenikmatan bertemu bidadari yang menurut Nabi, kerudung yang menyapu kepalanya saja tak pernah akan sebanding dengan keindahan yang pernah kau saksikan di dunia.
Tidakkah kau memendam keinginan untuk tamasya ke sana?
Menjumpai bidadari.

Membuktikan syair Ibnul Qayyim dalam kasidahnya:

Kami bidadari jelita,
Abadi..., suci..., pelepas dahaga
Pandanglah kami,
Dan kau kan mampu berkaca
Untuk apa ada sebening cermin
Jika ada pipi merona
Dan senyuman mutiara
Pasangan kami
Orang yang mulia

*********
Nn.
posted by Chaerani @ 12:00 PM  

0 Comments:
Post a Comment
<< Home
 
 
about me

Greeny Chaerani
Name::Chaerani
From::jakarta, Indonesia
View my complete profile
loving n caring

Udah Lewat
Archives
Best Quotes
Shoutbox

Name :
Web URL :
Message :

.

Greeny Voices


Buttons 'n Banners

Get My Button
Greeny Chaerani
Code is Here

Subscribe Me
My 360 blog Greeny Chaerani
Blog Directory & Search engine Blogwise - blog directory

Cool Portal
Mau bikin E-Gold?Alat Transaksi online yg Aman
Blingo
  

Links
F.r.i.e.n.d.S

Affiliates



Who links to me?

IKLAN


Peduli Jogja & Jateng

Jogja Update


$1 For Palestine

DUKUNG RUU APP

© 2004 nununchaerani.blogspot.com

 

 

About Kampanye Damai Indonesia 2009 Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Pemilu Damai 2009