Thursday, July 21, 2005
KISAH PANGLIMA PERANG KEBANGGAAN DAN KEKASIH ROSULULLOH
Tulisan ke - 6 yang saya tampilkan adalah sebuah artikel yang mengisahkan peperangan pada zamanRosullulloh yg dikemas dengangaya penulisan yang puitis, membuat saya merasa menyaksikan sendiri kejadiannya.
Terima kasih untuk sahabat saya, Kietie, telah memberikan artikel yang isinya patut kita teladani keberanian dan kecintaan dari mereka kepada Agama dan Rosullulloh.


***** DI MUT'AH, MEREKA MERENGKUH SURGA *****

ERAMUSLIM
- Hari itu, barisan para pemberani berderap rapi seperti gigi sisir yang indah. Langit Madinah menjadi saksi, kuntum-kuntum azzam yang menggelora dalam setiap dada.
Mereka berkumpul, bersiap dengan semerbak iman.
Di sana, ada sesosok manusia yang mereka cinta sepenuh nafas di raga,Nabi Muhammad SAW.
Dari bibir manisnya, sebuah seruan indah bergaung dengan sempurna.
Angin sahara menyemilirkan sabda Rasulullah ke setiap gendang telinga para sahabat yang terpanggil untuk pergi.
Bukan sembarang pergi, karena berperjalanan menempuh banyak lembah kali ini tidaklah untuk bersenang.
Nabi yang Ummi, kekasih yang sungguh mereka cintai dengan begitu benderang, mengembankan sebuah amanah.
Berjihad.
**************************************************************
Hari itu di bulan Jumadil Awal tahun ke delapan Hijrah (629M), para sahabat yang begitu merindukan surga sebagai tebusan kehidupan fana dunia, menyambut seruan nabi mulia dengan berserpih kesungguhan.
Alangkah indah bisa menjadi para mujahid pemberani pembela agama dengan jaminan pasti dari manusia mempesona seperti Muhammad.
Sejarah menorehkan sebuah kisah pembunuhan utusan Muhammad, oleh gubernur Heraklius di Bushra.
Itulah muasal genderang panggilan jihad.
Para ksatria pilihan Al-Musthafa berjumlah 3000 orang. Mereka semua adalah para sahabat yang tangguh dan telah banyak melakukan peperangan.
Al-Musthafa menunjuk Zaid bin Haritsh sebagai panglima. **************************************************************
Sebelum pergi, mereka mendengar untaian pesan nabi. Sebuah taklimat yang mereka patri dalam-dalam di relung dada:

"Pabila Zaid syahid atau terluka, maka panglima kalian adalah Ja'far bin Abi Thalib.Jikalah Allah mentakdirkan Ja'far gugur dan terluka, adalah Abdullah bin Rawahah yang kan menggantikannya.
Dan ketika Abdullah pun mengalami hal serupa, kalian diperkenankan memilih sendiri panglima pemberani."

Sebelum berderap menuju medan pertempuran, mereka masih juga mendengar dengung indah lantunan perintah Rasulullah, yang disemat baik-baik oleh para perindu surga :

"Jangan bunuh anak kecil, jangan bunuh perempuan, jangan menebang pepohonan, dan janganlah engkau menghancurkan rumah tempat ber-naung."
**************************************************************
Mereka pergi dengan banyak tengadah, kepada yang Maha Perkasa. Mereka berbaris menjauhi Madinah dengan banyak pinta yang dilantunkan oleh kaum Muslimin, semoga para ksatria kembali dengan membawa kemenangan.
Berita keberangkatan pasukan muslimin sudah terlebih dahulu sampai. Pihak musuh saat itu bersiap penuh.
Penguasa Heraklius mengumpulkan kelompok-kelompok kabilah di sekitar Syam. Selain itu didatangkan juga antuan tentara yang terdiri dari orang Yunani dan orang Arab.
Sejarah mengisahkan jumlah pasukan Rumawi yang bersiaga mencapai dua ratus ribu orang.
Ketika mengetahui jumlah yang akan dihadapi begitu jauh dari perkiraan, banyak dari para sahabat yang merasakan kekhawatiran. **************************************************************
Namun, Abdullah bin Rawahah yang dikenal berani dan suka bersyair itu dengan lantang berkata:

"Saudaraku, apa yang tidak kita senangi, justru itu yang kita cari sekarang ini, kita memerangi mereka bukan karena kehebatan senjata, bu-kan karena kekuatan dan juga bukan karena jumlah yang besar. Kita perangi mereka hanya karena kita mencinta agama yang dengannya Allah memuliakan kita.
Marilah saudaraku, kita maju. Kita rengkuh satu dari dua pahala : menang atau mati syahid".

Dan semangat para sahabat kembali menyala. Dengan mengucap basmalah, mereka kembali maju mendekati musuh.
Di perbatasan Balqa', desa Masyarif, akhirnya kedua pasukan bertemu, kaum Muslimin mengelak ke daerah Mu'tah sebuah desa di pinggiran Syam yang mereka anggap dapat dijadikan kubu pertahanan.

b e r s a m b u n g ~~~~~~~

******Nn.
posted by Chaerani @ 7:45 PM  

0 Comments:
Post a Comment
<< Home
 
 
about me

Greeny Chaerani
Name::Chaerani
From::jakarta, Indonesia
View my complete profile
loving n caring

Udah Lewat
Archives
Best Quotes
Shoutbox

Name :
Web URL :
Message :

.

Greeny Voices


Buttons 'n Banners

Get My Button
Greeny Chaerani
Code is Here

Subscribe Me
My 360 blog Greeny Chaerani
Blog Directory & Search engine Blogwise - blog directory

Cool Portal
Mau bikin E-Gold?Alat Transaksi online yg Aman
Blingo
  

Links
F.r.i.e.n.d.S

Affiliates



Who links to me?

IKLAN


Peduli Jogja & Jateng

Jogja Update


$1 For Palestine

DUKUNG RUU APP

© 2004 nununchaerani.blogspot.com

 

 

About Kampanye Damai Indonesia 2009 Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Pemilu Damai 2009