Friday, July 22, 2005
KISAH PANGLIMA PERANG KEBANGGAAN DAN KEKASIH ROSULULLOH (PART 2)
Perang berkecamuk.
Mu'tah mengabadikan keagungan iman para ksatria yang melawan dengan jumlah musuh tak sebanding.
Zaid sebagai panglima melesat ke tengah peperangan seperti anak panah lepas dari busur tanpa sedikit keraguan pun.
Kematian bukan hal yang ditakutinya, ia merindukan kemenangan atau mati syahid.
Helai cinta kepada Al-Musthafa terjalin begitu rapi, hingga Zaid terus mengingat senandung jaminan manusia berparas mempesona, masuk surga.
Zaid terus bertempur, mengayun pedang, mengejar musuh dan mempertahankan bendera. Namun badannya tak mempunyai mata, beberapa tombak tak kuasa ia elak.
Tombak-tombak musuh kian memburunya.
*******************************************************************
Zaid tersungkur, wajahnya mencium jelita pasir yang bersimbah merah.
Bendera tetap berada dalam genggaman.
Ia rasakan tubuhnya semakin ringan, padahal kulitnya tak lagi sempurna,tak ada celah selain robek akibat ratusan tombak para sang durja.
Sejeda kemudian, ada nafas terhembus dari raga sang panglima.
Degup jantungnya berhenti, tak ada lagi denyut nadi.
Panji Islam, tertancap agung di sebelahnya.
Kibarnya mengangkasakan ruh yang disambut para bidadari dari surga.
Kekasih Rasulullah pergi, temui Rabb yang Maha Tinggi.
********************************************************************
Ja'far melesat mengais bendera dan kini bendera berkibar di tangan pemberaninya.
Kecamuk perang kian berdentang.
Pedang beradu pedang, tombak melayang tak kenal arah, kepala terpenggal, dada tertembus, belum lagi pekikan.
Dan pabila terdengar gema Allahu Akbar, maka semakin banyak dada para pemberani membusung menjemput musuh.
Bau amis menyeruak pengak. Ja'far melaju ke tengah kancah.
Tak ada rasa takut yang hinggap, ia menyambut para penyerangnya.
*******************************************************************
Mu'tah bersaksi, banyak bibir sahabat tersenyum menyongsong penghilang kesenangan.

Tak terkecuali dengan sang pengganti panglima, segera ia melompat dari kuda kebanggaan. Sekali tebas, kaki-kaki kekar kudanya telah terbelah.
Bukan, bukan ia tak mengenal kasih sayang, ia hanya khawatir kudanya kelak menjadi tunggangan musuhnya.
Kini ia berada di pepasir Mu'tah,mengayun pedang dan mempertahankan bendera.
*******************************************************************
Panji kebangggan Islam, terus terbumbung di angin sahara.

Bau udara tak lagi sama. Ja'far terus menyongsong pasukan Rumawi sepenuh keimanan dalam hatinya.
Sebuah syair ia bumbungkan ke angkasa.
Deru angin membantu menghantar syairnya menembus langit dan pendengaran para prajuritnya :

"Oh semerbak surga kian mendekat
Segar dan sejuk gemericik air minumnya
Ada banyak kemilau tahta di sana
Dan Rum,
Adalah Rum yang dekat azabnya,
Kafir dan sangat jauh hubungan nasabnya
Bila bertemu, ku kan segera memenggal mereka. "
*******************************************************************
Detik selanjutnya, sebilah pedang terhunus merenggut sebelah tangan kanan pemegang bendera.

Ja'far mundur.
Tangan sebelah kirinya masih sempurna, wajah tampan yang mirip dengan raut Rasulullah itu masih tersenyum meraih panji kebanggan.
Ia kembali melesat, menerjang pasukan berbaju besi.
Dan kali ini tangan yang sebelah kiripun putus, dibabat penuh sang durja dari Romawi.
Apakah Ja'far menangis pedih?
Tidak, ia masih saja menerbangkan senyum kesyukuran, panji Islam tak boleh jatuh.
*******************************************************************
Ia mendekap amanah Rasulullah dengan sisa tangan dan dadanya.
Panji tetap berada di ketinggian.
Ja'far memandang kibar bendera di angkasa, membayangkan seraut wajah yang melimpahinya kesayangan, wajah rembulan Al-Musthafa.
Ingin sekali ia melaju lagi, namun badannya kini terbelah, pedang musuh begitu pongah.
Pepasir Mu'tah menyambut sang syuhada.
Ja'far rubuh panglima pertama.
Awan berarak, udara bergerak, suara semakin memekak, namun tubuh Ja'far sunyi.


b e r s a m b u n g ~~~~~~~
*

Nn.
posted by Chaerani @ 4:40 AM  

0 Comments:
Post a Comment
<< Home
 
 
about me

Greeny Chaerani
Name::Chaerani
From::jakarta, Indonesia
View my complete profile
loving n caring

Udah Lewat
Archives
Best Quotes
Shoutbox

Name :
Web URL :
Message :

.

Greeny Voices


Buttons 'n Banners

Get My Button
Greeny Chaerani
Code is Here

Subscribe Me
My 360 blog Greeny Chaerani
Blog Directory & Search engine Blogwise - blog directory

Cool Portal
Mau bikin E-Gold?Alat Transaksi online yg Aman
Blingo
  

Links
F.r.i.e.n.d.S

Affiliates



Who links to me?

IKLAN


Peduli Jogja & Jateng

Jogja Update


$1 For Palestine

DUKUNG RUU APP

© 2004 nununchaerani.blogspot.com

 

 

About Kampanye Damai Indonesia 2009 Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Pemilu Damai 2009