Friday, July 29, 2005
KISAH PERJALANAN NAIK HAJI ( PART II )
Selama 8 hari dikota Madinah untuk menjalankan arbain, banyak kejadian yang saya alami. Setelah saya renungi, saya yakin itu adalah suatu bentuk kasih sayang dariNYA walaupun bisa berupa kenikmatan ataupun berupa teguran juga setrapan dan pelajaran.Alhamdulillah saya diajarkan, juga melihat perilaku orang tua kami dalam kehidupannya sehari-hari yang selalu menghubungkansemua kejadian dengan Sang Khalik, jadi sayapun terbiasa memperhatikan sekeliling saya dan merenunginya makna dari kejadian-kejadian tsb.

~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~

Contoh teguran dan setrapanNYA :
Kami selalu melaksanakan sholat Dhuhur di teruskan ke waktu sholat Ashar, selama menunggu waktunya, saya menjalankan sho-lat2 hajat dan membaca Al Qur'an serta membaca do'a2. Diwaktu saya ambil istirahat sejenak, saya menyapukan pandangan saya ke sekeliling, kepada para jemaah akhwat yang sama-sama menunggu datangnya waktu sholat berikutnya. Saya melihat mukena yg dipakai mereka kebanyakan berwarna sama, putih bersih.
Saya membatin (bicara dalam hati), dalam keadaan serba putih, tidak terlihat perbedaan status sosialnya, tapi mungkin masih bisa menilai kalau melihat bahan serta mode mukena yg dipakainya.Yang bermukena sederhana belum tentu dia orang yg status ekonominya dibawah menengah, mungkin dia seorang kaya raya namun dalam menjalani kehidupan kesehariannya dia sederhana.Tapi yang bermukena bagus modenya dan bahannya , ini saya tau harganya berkisar diatas 400 ribuan, pastilah orang kaya.

~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~

Dan ..... masya alloh tanpa terasa syeitan telah berhasil membawa saya lebih jauh lagi dalam menilai ini, saya meneruskan membatin dalam hati, saya bilang bagaimana dengan saya? Termasuk kelas manakah saya?
Saya melihat mukena yang saya pakai cukup sederhana, tapi saya memakai sun-glasses merk cartier (ini saya beli dari hasil jerih payah saya yg selalu cari tambahan uang saku, entah itu jualan parcel atau terima pesanan kue lebaran), ada rasa sedikit bangga pada diri saya.
Dan tahukah apa yang terjadi selanjutnya?

~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~

Karena merasa masih lama ke waktu sholat ashar, saya sendirian pergi ke Raudah, makam Nabi besar kita Muhammad S.A.W., yang letaknya memang didalam bangunan yang sama. Kebetulan disana banyak yang sedang berziarah, jadi terpaksa berdesak-desakan.Selesai saya berdoa disana, saya kembali menemui rombongan saya, sebelum sampai ditempat mereka, bukan main saya kagetnya, karena sun-glasses saya sudah raib dari tempatnya. Kebiasaan saya selama di Medinah karena silau liat sekeliling, saya memakai sun-glasses bertalikan rantai dan saya gantung dileher untuk mudahnya memakai dan mencopotnya.

~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~

Saya kembali lagi ke Raudah, karena itu termasuk salah satu barang kesayangan saya, saya berusaha mencarinya ke tempat2 dimana saya berada selama di Raudah. Namun nihil.Walau telah berputar-putar beberapa kali, tetap dia tak diketemukan.Bukan main sedihnya saya, hasil jerih payah saya untuk mendapat-kan barang itu hilang dalam sekejap.
Hiksss......
Malah sewaktu saya mencarinya, saya menemukan jenis barang yang sama, tapi bermerk lain, Fred, dan ini harganya diatas hargamilik saya.Alhamdulillah kali ini saya tidak terbujuk syaitan untuk mengambil barang yang bukan hak saya.

~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~

Setelah kembali ketempat rombongan, saya merenung dengan kejadian yang baru saja saya alami. Dan bukan main saya terkejut setelah saya mengevaluasi apa yg telah kulakukan sebelum kejadian ini.
Astagfirullahalaziem, saya telah berbuat yang tidak menyenangkan sesembahan saya selama ini, yaitu saya telah sombong merasa memdapatkan rezekiNYA .
" inilah kesalahan fatal" seharusnya waktu itu saya mengucapkan:" Alhamdullillah saya telah diberikan rezekiolehMU ya Alloh".Untuk berikutnya, lalu saya melakukan sholat tobat, dan mohon ampunanNYA, sudah tentu dengan terisak-isak saya melakukannya , bukan isak karena kehilangan barang, tapi karena saya telah melupakan nikmatNYA, saya telah melupakan kasih sayangNYA.
Semoga Alloh mengampuni dosa saya.
Amiiin.

~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~

Surat 17 Al Israa' ayat 37 : Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.



B e r s a m b u n g

~ ~ ~ ~ ~

*Nn.
posted by Chaerani @ 10:00 AM  

3 Comments:
  • At 5:22 PM, Anonymous hamba Allah said…

    aduh nggak sabar nih, nunggu cerita gimana ahirnya.....pasti happy ending.

     
  • At 5:49 PM, Blogger Chaerani said…

    Thx hamba Allah, di setiap saya mendapatkan kejadian demi kejadian
    selalu diakhiri oleh perasaan baha-
    gia, merasa DIA selalu dekat dengan
    ciptaanNYA.

     
  • At 8:28 PM, Anonymous Anonymous said…

    Boleh tidak untuk mempercepat sambungannya sampai ahir. Karena mudah2an pengalaman anda, menjadi contoh untuk pembaca kalau seandainya dipanggil oleh Allah untuk ziarah ke tanah suci.

     
Post a Comment
<< Home
 
 
about me

Greeny Chaerani
Name::Chaerani
From::jakarta, Indonesia
View my complete profile
loving n caring

Udah Lewat
Archives
Best Quotes
Shoutbox

Name :
Web URL :
Message :

.

Greeny Voices


Buttons 'n Banners

Get My Button
Greeny Chaerani
Code is Here

Subscribe Me
My 360 blog Greeny Chaerani
Blog Directory & Search engine Blogwise - blog directory

Cool Portal
Mau bikin E-Gold?Alat Transaksi online yg Aman
Blingo
  

Links
F.r.i.e.n.d.S

Affiliates



Who links to me?

IKLAN


Peduli Jogja & Jateng

Jogja Update


$1 For Palestine

DUKUNG RUU APP

© 2004 nununchaerani.blogspot.com

 

 

About Kampanye Damai Indonesia 2009 Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Pemilu Damai 2009