Saturday, October 15, 2005
***** SHARING ESQ *****
Di Jakarta, telah lama ada semacam Presentasi ESQ (Emotional Spiritual Quotient >>> Kecerdasan Emosi dan Spiritual) yang di prakarsai sekaligus dipimpin oleh Bp.Ary Ginanjar Agustian yang berlangsung selama 4 hari.
Ini semacam pengenalan lebih dalam dari diri manusia ... " who am I" ..... Presentasinya disajikan secara sangat mengesankan dan memukau, ini berdasarkan cerita dari sahabat2 yang telah mengikutinya.
Kebetulan, (menurut saya segala sesuatu kejadian di dunia ini, tidak ada faktor kebetulan, semua adalah karenaNYA), sahabat Amirullah minggu lalu mengikutinya dan dia ingin berbagi pengetahuan dengan kita, maka dengan senang hati saya akan menampilkannya didalam blog saya pada kesempatan kali ini.
Alhamdulillah , bertepatan dengan bulan Ramadhan saya mendapatkan kisah ini, dimana saya akan merasakan suasana yang lebih khusuk dalam mengikuti isi dari email yang telah ditulis sahabat Amirullah mengenai "Who am I" dan DIA yang menciptakan semesta alam beserta segala mahluk ciptaanNYA.
Marilah kita simak bersama........tentunya untuk yang belum sempat mengikuti presentasinya.

**
Ass Wr Wb,

Dear all,
Sambil membaca email ini, coba kita ingat kembali, siapa orang yang paling sayang dengan kita selama ini?Pasti akan ada banyak jawaban..
Jawaban terbanyak, bisa jadi orang tua..
Atau bisa jadi ada yang menjawab pasangan (suami/istri)..

Begitulah ketika training berlangsung, dengan suasana yang gelap dan diiringi lagu pelan, kita dibacakan suatu cerita yang sangat menyentuh hati mengenai pengorbanan seorang ibu.
Dengan mata terpejam, kita digiring menuju memori-memori indah dengan ibu kita...

Sampai di akhir cerita kita dihadapkan pada suatu pertanyaan.. ..

Dari seorang ibu, apa yang sebenarnya kita rindukan? fisiknya atau sifatnya?
Fisiknya? Dulu ibu kita muda dan cantik dan dengan sabarnya dan penuh kasih sayang merawat kita hingga besar. Apakah bila sudah tua dan keriput maka rasa rindu itu berkurang? Tidak bukan? Berarti sebenarnya bukan pada fisiknya kita rindu, tapi pada sifatnya..
Sifat kasih sayangnya, sifat sabarnya, sifat lembutnya...

Begitu pula dengan seorang Bapak. Apa yang paling kita senangi dari beliau. Fisiknya atau sifatnya? Dulu beliau gagah dan kuat, siap melindungi kita dari berbagai bahaya. Jika kini beliau telah tua, apakah kita berubah membencinya? Pasti tidak! Kita tetap mengaguminya dan merindukannya.....

Begitu pula perasaan kita ke pasangan masing-masing..
Sebagai suami, kita ingin mendapatkan istri yang lemah lembut dan penyayang..
Sebagai istri, kita mendambakan suami yang melindungi dan adil...

Kita selalu rindu sifat-sifat tersebut..
Kita rindu akan kasih sayang, kelembutan, melindungi, jujur, dan masih banyak lagi sifat-sifat mulia lainnya.. ..

Tahukah engkau,
Siapa sesungguhnya Sang Maha Penyayang..?
Siapa sesungguhnya Sang Maha Sabar..?
Siapa sesungguhnya Sang Maha Adil..?
Siapa sesungguhnya Sang Maha Pengasih..?

ALLAH SWT....

Allah-lah pemilih segala sifat tersebut...
Jadi tanpa kita sadari, suka atau tidak suka, sengaja atau tidak sengaja, Hati kita sebenarnya selalu merindukan Allah, hati kita sebenarnya selalu mendambakan Allah, hati kita sebenarnya selalu menginginkan Allah...

Mengapa demikian?
Karena Allah telah meniupkan ruhNya kedalam diri kita, Allah telah meniupkan percikan sifat-sifatNya kedalam hati kita yang terdalam..

Ada percikan sifat-sifat Allah dalam hati kita..Subhanallah..

Tapi apa yang kita kerjakan dengan hati kita selama ini?!!!
Kita kotori hati yang suci itu dengan amarah!
Kita kotori hati yang bersih itu dengan dendam, dengan prasangka negatif, dengan kesombongan!!

Padahal, dihati itulah rumah Allah dalam diri kita..
di Hati itulah kabah Allah dalam diri manusia...
Tapi kita malah mengisinya "kabah" tersebut dengan "berhala-berhala" selain Allah...
Berhala yang bernama kesombongan, amarah, dendam, iri, dengki, prasangka negatif dan sifat2 buruk lainnya..

Dengan perlakuan kita terhadap hati ini...Masih pantaskah kita menganggap bahwa kita beriman pada Allah..?

Saat itulah, isak tangis mulai terdengar di ruangan acara...
Saat itulah, beberapa orang mulai tersungkur memohon ampun atas kelalaian selama ini..
Saat itulah saya menyadari betapa butanya mata hati ini..


to be continued..


~ ~ ~ ~ ~

*Nn.
posted by Chaerani @ 2:00 PM  

0 Comments:
Post a Comment
<< Home
 
 
about me

Greeny Chaerani
Name::Chaerani
From::jakarta, Indonesia
View my complete profile
loving n caring

Udah Lewat
Archives
Best Quotes
Shoutbox

Name :
Web URL :
Message :

.

Greeny Voices


Buttons 'n Banners

Get My Button
Greeny Chaerani
Code is Here

Subscribe Me
My 360 blog Greeny Chaerani
Blog Directory & Search engine Blogwise - blog directory

Cool Portal
Mau bikin E-Gold?Alat Transaksi online yg Aman
Blingo
  

Links
F.r.i.e.n.d.S

Affiliates



Who links to me?

IKLAN


Peduli Jogja & Jateng

Jogja Update


$1 For Palestine

DUKUNG RUU APP

© 2004 nununchaerani.blogspot.com

 

 

About Kampanye Damai Indonesia 2009 Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Pemilu Damai 2009