Monday, November 28, 2005
KISAH PERJALANAN NAIK HAJI (PART VII)
Dengan mengucap Bismilah hirrohman nirrohim, saya bergabung dengan jemaah2 yang sedang berjalan memadati jalan menuju tempat jumroh berada. Sambil selalu memohon perlindunganNYA dan tak putus-putusnya saya membaca kalimat do'a Lahaullawalla quwwata illabillahilaliyuladhiem.

Sesampainya di tempat jumroh, semakin banyak jemaah2 yang bergabung dari segala penjuru, hampir tidak ada jarak antar jemaah. Saya berfikir, mungkin hanya sayalahsatu2nya jemaah wanita yang datang sendirian tanpa muhrim ketempat itu, disebabkantertinggalnya saya dari rombongan.Bisa anda bayangkan, saya yang penakut keluar rumah sendirian, sekarang harusberdesak-desakan di tengah padatnya jemaah yang begitu antusias menjalankansalah satu upacara ritual haji tanpa seorangpun kerabat didekat saya.Hiks...

Saya terus mengikuti arus jemaah mendekati salah satu jumroh dan berdesak-desakan melemparinya dengan batu2 yang sebelumnya telah kami semua kumpulkan.Selesai melempari yang satu ini,maka kami berjalan berdesak-desakan lagi ke pinggir, untuk berdo'a sebelum melakukan lemparan kembali ke arah jumroh yang ke 2. Sejenak saya teringat berita terjadinya kecelekaan di tempat ini yang merenggut ratusan jemaah karena terlalu padatnya jemaah, dan kurang teraturnya menjalankan ritual ini.

Nah.... disaat itu saya berserah diri kepadaNYA, apapun yang terjadi saya ikhlas menerimanya. Dan seandainya terjadi lagi kejadian ditempat ini , saya memohon ampunanNYA atas segala dosa semasa hidup saya. Seperti biasa, kalau saya sedang mendekatkan diri padaNYA tak kuasa airmata mengalir tanpa terasa.

Persis dihadapan saya, berdiri 3 orang jemaah, posisi pria setengah baya ada ditengah, sebelah kiri dankanannya wanita , entah itu istri atau adiknya.Dia sedang memberi nasihat dan strategi aman untuk melempar jumroh yang kedua. Yang menarik perhatian saya, mendengar bahasa yang dipergunakan adalah bahasa Sunda, tetapi bahasa Sunda yang biasa dipergunakan oleh orang2 Sunda yang berada di pegunungan.

Selesai dia memberikan nasihatnya, tak disangka-sangka dia memutar badannya, kini posisinya berhadapan dengan saya, dia melihat muka saya yang bersimbah air mata, seraya dia berkata :


B e r s a m b u n g ~ ~ ~ ~

*Nn.
posted by Chaerani @ 1:29 PM  

0 Comments:
Post a Comment
<< Home
 
 
about me

Greeny Chaerani
Name::Chaerani
From::jakarta, Indonesia
View my complete profile
loving n caring

Udah Lewat
Archives
Best Quotes
Shoutbox

Name :
Web URL :
Message :

.

Greeny Voices


Buttons 'n Banners

Get My Button
Greeny Chaerani
Code is Here

Subscribe Me
My 360 blog Greeny Chaerani
Blog Directory & Search engine Blogwise - blog directory

Cool Portal
Mau bikin E-Gold?Alat Transaksi online yg Aman
Blingo
  

Links
F.r.i.e.n.d.S

Affiliates



Who links to me?

IKLAN


Peduli Jogja & Jateng

Jogja Update


$1 For Palestine

DUKUNG RUU APP

© 2004 nununchaerani.blogspot.com

 

 

About Kampanye Damai Indonesia 2009 Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Pemilu Damai 2009