Tuesday, December 26, 2006
## UANG dan HIDUP WALUYA (2) ##
Kenyataan tersebut tampak ketika ingin makan, yang pertama terpikir adalah uang untuk membeli makanan. Saat butuh tempat tinggal, juga gelisah menghitung uang untuk bayar sewa, kontrak atau membeli. Bahkan ketika seluruh kebutuhan hidup telah terpenuhi, manusia tetap sibuk mengumpulkan uang untuk mengejar fasilitas lebih baik atau bekal hidup kemudian. Tanpa disadari, kebutuhan manusia yang begitu kuat terhadap uang, terkadang berubah menjadi kecintaan alam bawah sadar, mengungguli kebutuhan dan kecintaan manusia terhadap Tuhan Yang Maha Esa selaku Penilai, Pemilik Jagat Raya dan Penentu kehidupan manusia!.

Sesungguhnya, terdapat perbedaan besar dan mendasar antara "sarana pengukur nilai" dengan "penilai". Pengukur nilai adalah "alat" atau sekedar sarana yang dimanfaatkan sebagai indikator nilai, sedangkan "Penilai" adalah institusi, subyek atau sosok yang "menetapkan nilai".

Dalam mata uang, perbedaan antara kedua hal tersebut jelas terlihat saat terjadi "sannering", devaluasi/revaluasi ataupun perubahan fluktuasi nilai mata uang. Dalam kasus sannering, pemerintah dapat secara sepihak menetapkan perubahan nilai 1000 menjadi 1, men-devaluasi/revaluasi nilai mata uang terhadap mata uang lain. Melihat kenyataan tersebut, mestinya manusia menyadari bahwa nilai nominal mata uang sama sekali tidak kekal. Dalam hal ini, jelas bahwa sesungguhnya justru Penilailah yang kekal dan sangat menentukan. Jadi yang harus diutamakan bukan alat pengukur nilai, melainkan pemegang kewenangan penentu nilai!.

Menyangkut kehidupan kita, meskipun umumnya umat beragama meyakini bahwa Tuhan adalah pemegang kewenangan penentu nilai, terkadang kita lebih intens memikirkan dan mendekatkan diri kepada uang yang sesungguhnya hanya sekedar alat pengukur nilai. Kita lebih sering memikirkan dan ingin dekat dengan uang dibanding dengan memikirkan dan mendekatkan diri pada Tuhan Yang Maha Kaya selaku Pemilik segala, Maha Pengasih dan Penilai Manusia.

Walaupun kita sering bersikukuh dengan keimanan kita dan bersaksi bahwa Tuhan adalah penguasa kehidupan, akibat kenyataan bahwa uang memungkinkan kita langsung meraih fasilitas hidup yang dibutuhkan, dan sering merasa betapa sulit meraih segala sesuatu yang dibutuhkan tanpa uang, tanpa disadari, kita cenderung lebih menempatkan uang pada posisi diatas kewajiban dan keyakinan kita terhadap Sang Penentu Kehidupan!


~~~~~~~ b e r s a m b u n g
posted by Chaerani @ 7:45 PM  

0 Comments:
Post a Comment
<< Home
 
 
about me

Greeny Chaerani
Name::Chaerani
From::jakarta, Indonesia
View my complete profile
loving n caring

Udah Lewat
Archives
Best Quotes
Shoutbox

Name :
Web URL :
Message :

.

Greeny Voices


Buttons 'n Banners

Get My Button
Greeny Chaerani
Code is Here

Subscribe Me
My 360 blog Greeny Chaerani
Blog Directory & Search engine Blogwise - blog directory

Cool Portal
Mau bikin E-Gold?Alat Transaksi online yg Aman
Blingo
  

Links
F.r.i.e.n.d.S

Affiliates



Who links to me?

IKLAN


Peduli Jogja & Jateng

Jogja Update


$1 For Palestine

DUKUNG RUU APP

© 2004 nununchaerani.blogspot.com

 

 

About Kampanye Damai Indonesia 2009 Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Pemilu Damai 2009