Saturday, April 14, 2007
KEAJAIBAN AL QUR'AN (BAGIAN 2)
Fungsi "mengawinkan" dari angin ini terjadi sebagaimana berikut :
Diatas permukaan laut dan samudera, gelembung udara yang tak terhitung jumlahnya terbentuk akibat pembentukan buih.
Pada saat gelembung2 ini pecah, ribuan partikel kecil, dengan diameter seperseratus milimeter, terlempar ke udara,partikel2 ini, yang dikenal sebagai aerosol bercampir dengan debu daratan yang terbawa oleh angin, dan selanjutnya terbawa kelapisan atas atmosfir.

Partikel2 ini dibawa naik lebih tinggi keatas oleh angin, dan bertemu dengan uap air disana.
Uap air mengembun disekeliling partikel2 ini dan berubah menjadi butiran2 air.
Butiran2 air ini mula2 berkumpul dan membentuk awan, dan kemudian jatuh kebumi dalam bentuk hujan.

Sebagai mana terlihat angin "mengawinkan" uap air yang melayang di udara dengan partikel2 yang dibawanya dari laut dan ahirnya membantu pembentukan awan hujan.
Apabila angin tidak memiliki sifat ini, butiran2 air di atmosfir bagian atas tidak akan pernah terbentuk, dan hujanpun tidak akan terjadi.

Hal terpenting disini adalah bahwa peran utama dari angin dalam pembentukan hujan telah dinyatakan ber abad2 yang lalu,dalam sebuah ayat Al Qur'an pada saat orang hanya mengetahui sedikit saja tentang fenomena alam.
Fakta lain yang duberikan dalam Al Qur'an mengenal hujan adalah bahwa hujan diturunkan ke bumi dalam kadar tertentu.

Hal ini disebutkan dalam surat Al Az Zukhruf 43:11 sebagai berikut :
" Dan yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu KAMI hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur)"


Kadar dalam hujan inipun sekali lagi telah ditemukan melalui penelitian moderen. Diperkirakan dalam satu detik, sekitar 16 juta ton air menguap dari bumi. Angka ini menghasilkan 513 trilyun ton air pertahun. Angka ini ternyata sama dengan jumlah hujan yang jatuh kebumi dalam satu tahun.
Hal ini berarti air senantiasa berputar dalam suatu siklus yang seimbang menurut ukuran atau kadar tertentu.

Kehidupan di bumi bergantung pada siklus air ini. Bahkan sekalipun manusia menggunakan semua teknologi yang ada di dunia ini, mereka tidak akan mampu membuat siklus seperti ini. Bahkan satu penyimpangan kecil saja dari jumlah inio akan segera
mengakibatkan ketidak seimbangan ekologi yang mamppu mengahiri kehidupan di bumi. Namun, hal ini tidak pernah terjadi dan hujan senantiasa turun setiap tahun dalam jumlah yang benar2 sama seperti dinyatakan dalam Al Qur'an..

Subhanallah ........

~~~~~~~~~~~~~
*Nn.
posted by Chaerani @ 9:55 PM  

2 Comments:
  • At 4:04 AM, Anonymous thuns said…

    subhanallah...!

    teteh bener2 calon ustadzah... calon istri dambaan setiap lelaki ;))

     
  • At 10:09 AM, Anonymous alkifah as-singkili said…

    Benar Mba... Begitu banyak keajaiban yang terkandung di dalam Al-Qur'an. Sayangnya, umat manusia acapkali mengabaikan perintah maupun larangan Allah Swt yang tertera di dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah Saw. Padahal Al-Qur'an ini adalah petunjuk, 'jalan' keselamatan dan sistem kehidupan yang paling sohih lagi mulia.

    Mba Cherani, mengapa ya masih banyak orang yang mendustakan (Al-Qur'an)?

     
Post a Comment
<< Home
 
 
about me

Greeny Chaerani
Name::Chaerani
From::jakarta, Indonesia
View my complete profile
loving n caring

Udah Lewat
Archives
Best Quotes
Shoutbox

Name :
Web URL :
Message :

.

Greeny Voices


Buttons 'n Banners

Get My Button
Greeny Chaerani
Code is Here

Subscribe Me
My 360 blog Greeny Chaerani
Blog Directory & Search engine Blogwise - blog directory

Cool Portal
Mau bikin E-Gold?Alat Transaksi online yg Aman
Blingo
  

Links
F.r.i.e.n.d.S

Affiliates



Who links to me?

IKLAN


Peduli Jogja & Jateng

Jogja Update


$1 For Palestine

DUKUNG RUU APP

© 2004 nununchaerani.blogspot.com

 

 

About Kampanye Damai Indonesia 2009 Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Pemilu Damai 2009