Monday, June 11, 2007
~~~ P E R B E D A A N ~~~
Lama tidak mengisi blog tercinta yang saya jadikan sarana untuk mencurahkan segala rasa yang memenuhi benak dan hati dalam menghadapi hidup dan kehidupan ini.
Kali ini saya ingin menulis mengenai soal perbedaan gender yang menarik untuk saya tuangkan disini, tentunya ini menurut pendapat saya pribadi.


Belakangan ini, begitu sering orang perdebatkan masalah persamaan hak dan
keadilan, khususnya atara hak pria dan wanita, di berbagai bidang. Masyarakat seolah tabu bicarakan "perbedaan hak" dan cenderung menuduh "diskriminatif" pada siapapun yang menyuarakannya, meski sesungguhnya perbedaan hak eksis, yakni sebagai konsekwensi logis dari adanya perbedaan kewajiban dan tanggung jawab dalam kehidupan.

Mengapa orang lebih terdorong bicara soal persamaan hak yang mengacu pada "persamaan gender" dan tabu membicarakan “perbedaan gender”? Ketakutan membicarakan "perbedaan" antara pria dan wanita terjadi karena siapapun tahu bahwa eksistensi “perbedaan” akan diikuti konsekwensi logis mengenai perbedaan HAK. Perbedaan hak itulah yang ingin mereka hapuskan, dan dengan berbagai cara berupaya memperjuangkan PERSAMAAN HAK IDENTIK antara pria dan wanita, di berbagai forum.

Saya pernah berdebat dalam sebuah forum terbuka dengan beberapa teman
"pejuang gender". Saya kemukakan bahwa mungkin akan lebih proporsional jika mereka justru perjuangkan "Perbedaan Hak", karena wanita layak mendapat "keistimewaan" dalam perlakuan dibanding laki-laki akibat berbagai perbedaan yang ada diantara keduanya.
Contoh : bagi wanita bekerja layak mendapat cuti haid setiap bulan, cuti hamil/melahirkan, tidak dikenai kewajiban jaga malam dll, berbeda dengan perlakuan terhadap pegawai pria).
Namun mereka bersikukuh menyebutnya perjuangan "persamaan hak" (dan sekaligus memperjuangkan "pengurangan kewajiban").

Upaya "mulia" memperjuangkan "persamaan hak identik" wanita dengan pria yang digulirkan para pejuang hak azasi dunia Barat, tampaknya telah begitu jauh menembus sendi-sendi kehidupan manusia tanpa mempedulikan kenyataan adanya perbedaan lahiriah (sunatullah) dan perbedaan normatif yangditetapkan Sang Pencipta.

Bagi kaum Muslim yang beriman pada Allah swt, tentu meyakini bahwa Allah sengaja menciptakan manusia dalam wujud, kondisi dan karakter yang berbeda-beda (laki-perempuan, kaya-miskin, sempurna-cacat, pintar-bodoh dsb) demi terwujudnya harmoni dalam kehidupan dan tercapainya keseimbangan.


B E R S A M B U N G

~~~~~~~~~~~~~~
*KAB/Nn.
posted by Chaerani @ 11:51 PM  

2 Comments:
  • At 12:22 PM, Anonymous thuns said…

    Wanita……! Soal kerjaan mereka selalu menuntut kesamaan dengan Pria. Soal hak pun mereka minta agar disamakan dengan Pria. Dulu… cewek pake clana (*terutama Jins) dibilang tabu, trus mereka gak mau dibedain, para wanita bilang… “Cowok ama cewek make jins kan ga ada bedanya!”. Dulu… wanita cuman boleh kerja maksimal jadi sekretaris, sekarang… direktur wanita bejibun dah. Akhirnya emang ga ada perbedaan yah.

    Tapi… sewaktu belanja banyak (apalagi barangnya berat-berat), para wanita selalu bilang, “Hey… kamu kan cowok, bawa dong yang banyak dan yang berat-berat tuh!” Ah…

     
  • At 12:22 PM, Anonymous thuns said…

    btw... aku yakin teteh rani gak gitu :D
    teteh mah wanita idolaku ;))

     
Post a Comment
<< Home
 
 
about me

Greeny Chaerani
Name::Chaerani
From::jakarta, Indonesia
View my complete profile
loving n caring

Udah Lewat
Archives
Best Quotes
Shoutbox

Name :
Web URL :
Message :

.

Greeny Voices


Buttons 'n Banners

Get My Button
Greeny Chaerani
Code is Here

Subscribe Me
My 360 blog Greeny Chaerani
Blog Directory & Search engine Blogwise - blog directory

Cool Portal
Mau bikin E-Gold?Alat Transaksi online yg Aman
Blingo
  

Links
F.r.i.e.n.d.S

Affiliates



Who links to me?

IKLAN


Peduli Jogja & Jateng

Jogja Update


$1 For Palestine

DUKUNG RUU APP

© 2004 nununchaerani.blogspot.com

 

 

About Kampanye Damai Indonesia 2009 Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Pemilu Damai 2009