Friday, January 18, 2008
~~~ TOTAL WAR (BAGIAN 2) ~~~
Ada juga yang bilang, dunia marketing adalah dunia peperangan (makanya terkadang terlihat kejam, seperti diatas tadi).
Banyak ilmu-ilmu peperangan dari Sun Tzu diambil sebagai ilmu marketing. Intinya, yang kumeng-eliminasi lawan.
Tapi di hari yang sama, sorenya, ada yang bilang marketing bukanlah perang. Harus win-win solution agar semua saling menikmati keuntungan.

Nah.. bingung kan?
Nah, jadi pilih yang mana dong?

Sempat bingung juga, sampai kemudian saya ingat permainan computer yang sedang sering saya mainkan. Yaitu Total War. Dalam permainan tersebut, tujuan utamanya adalah menghancurkan lawan.
Kita diberi sejumlah uang untuk membentuk divisi-divisi pasukan kita.
Ada invantri, kavaleri, pasukan panah, pasukan tombak, pasukan pedang dll. Begitu pula lawan kita. Merekapun berhak membentuk pasukan mereka sendiri. Setelah itu, barulah kita berhadapan satu sama lain di suatu medan pertempuran.

Seru?
Jelas seru banget. Soalnya pasukan yang kita pimpin bisa mencapai 1000 orang. Alhamdulillah, sampai sejauh ini, saya sering menang bila bermain dengan teman-teman.
Mengapa? Apakah karena saya lebih cerdas?
Hehe.. tidak juga, tetapi karena saya lebih dulu memainkan game ini dibanding mereka, jadi jam terbangnya cukuplah. Dengan kata lain, ilmu saya lumayan cukup dibanding mereka.

Ketika mereka menyerang saya dengan pasukan pedang, saya tahu pasukan apa yang saya kirim untuk menghadang mereka.
Ketika mereka mengirim pasukan berkudanya, maka saya cukup menggunakan pasukan tombak untuk menghalaunya.
Saya juga selalu menyiapkan satu atau dua unit khusus untuk membunuh jendral dari pihak lawan saya.Karena saya tahu, begitu jendralnya terbunuh maka moral keseluruhan pasukan lawan akan turun dan saya semakin mudah memenangi pertempuran.

Sementara teman saya, menggunakan sumber daya pasukannya dengan asal-asalan. Padahal dia juga mempunyai beragam pasukan, tapi tidak menggunakan taktik. Langsung maju tanpa peduli siapa yang dihadapi. Hasilnya ya seperti yang saya sebut tadi.
Kalah terus! Hehe.. Tapi sekarang mereka mulai pintar. Jadi, game-nya lebih seru..

Trus apa hubungannya dengan cerita seminar tadi?
Hubungannya adalah, semua strategi pemasaran tadi ada benarnya! Asal kita bisa menempatkan mereka disaat yang tepat, untuk kondisi yang tepat pula. Gunakan pasukan bertombak untuk menghadapi pasukan kuda.
Sebaliknya ketika dihadapan kita pasukan pedang, kirim pasukan berkuda kita dengan segera untuk menghancurkan formasi lawan, kemudian kirim pasukan pedang untuk menambah daya hancur.

Gunakan strategi discount untuk mengambil keuntungan yang instant. Dan gabung dengan promosi lain untuk semakin mendapat keuntungan besar.
Gerakkan seluruh unit pasukan untuk mengepung jendral lawan. Ini memang butuh waktu lama, karena jendral biasanya berada di barisan paling belakang. Dan gunakan strategi khusus untuk mengambil loyalitas konsumen. Inipun butuh waktu lama, karena kita harus bisa membangkitkan emosi konsumen untuk tetap setia pada produk kita.

Lho, kok akhirnya saya menganggap marketing itu perang ya?
Hehehe..


~~~~~ b e r s a m b u n g

*Nn/Ra.

posted by Chaerani @ 2:15 PM  

0 Comments:
Post a Comment
<< Home
 
 
about me

Greeny Chaerani
Name::Chaerani
From::jakarta, Indonesia
View my complete profile
loving n caring

Udah Lewat
Archives
Best Quotes
Shoutbox

Name :
Web URL :
Message :

.

Greeny Voices


Buttons 'n Banners

Get My Button
Greeny Chaerani
Code is Here

Subscribe Me
My 360 blog Greeny Chaerani
Blog Directory & Search engine Blogwise - blog directory

Cool Portal
Mau bikin E-Gold?Alat Transaksi online yg Aman
Blingo
  

Links
F.r.i.e.n.d.S

Affiliates



Who links to me?

IKLAN


Peduli Jogja & Jateng

Jogja Update


$1 For Palestine

DUKUNG RUU APP

© 2004 nununchaerani.blogspot.com

 

 

About Kampanye Damai Indonesia 2009 Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Pemilu Damai 2009